Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan

29 Oktober 2016

Setelah Semua Ini

Kalau Allah berkenan, setelah semua ini akan ada kelegaan yang berartii. Rasa sedih yang menjadi , rasa cemas setiap kali membayangi, dan rasa sakit setelah kehilangan yang mungkin segera dihadapi , s emoga men jadi alasan agar kita layak Allah kasihani hingga banyak dosa kita ter ampuni.

Setelah ini, semoga akan ada jiwa yang lebih tegar, m elewati satu cobaan besar b ukan lagi teori saat kita katakan ikhlas dan sabar. Allah memberi ujian hidup sesuai kadar, bagaimana mungkin kita mampu menghindar.

Setelah semua ini, merasakan cinta bukan lagi ketika bersama. Semua berjalan saat jarak mampu dilipat dengan setangkup harap dan doa. Sumber kekuatan kita adalah Allah semata, sedang adanya kamu menciptakan rasa lain dalam menghadapi semua .

Tak ada rasa yang lebih tereja selain kesyukuran. Dan selamanya pertanyaan, "Apa kau bahagia?" akan kujawab, " Aku bahagia selagi Allah meridhai kesabaran kita".




_Hujan, Rumah Mamah, 301016.
seketika setelah bicara padamu.

27 Juni 2016

Pernikahan adalah...





Pernikahan adalah panggilan yang indah dan menakjubkan. Kita tak hanya menikahi raga, melainkan juga jiwa. Kita bersatu untuk terus menjadi satu. Spiritual, emosional, kesehatan, dan ujian kehidupan. 
Bersamaku, kau tidak perlu berharta melimpah-ruah. Cukup lakukan hal yang bermanfaat untuk orang lain dengan cara yang kau suka. Karena kaya bagiku bukan terletak pada limpahan harta, tapi rasa syukur hingga kita mampu berbagi pada sesama.
Siapa yang akan jatuh cinta lebih dulu? itu tidak penting bagiku. Siapa yang akan bertahan sebagai pendamping yang setia? Kuharap kita berdua memberi hal serupa : Setia sampai ke surga. :)
Masalah finansial adalah perkara yang akan selalu naik turun dalam bahtera ini. Akan kupastikan sabuk pengaman komitmenku padamu terikat kencang. Kita akan meluncur, berhenti, lalu melaju lebih cepat lagi. Proses ini tidak akan mudah, tapi kita berdua akan terus berpegangan erat untuk saling menguatkan, bukan?
Mungkin kita akan saling bosan di usia pernikahan 40, 30 tahun, atau kurang dari itu. Kau akan melihatku setiap hari, dan aku akan memandangi wajahmu dari pagi ke pagi lagi. Ketika rasa itu muncul, kita akan terbuka untuk mencari solusi bersama. Kita akan menemukan lagi ALASAN kita saling mencintai :  tentu saja Keridhoan Illahi.
Kau suka bola? Aku suka motoGP. Kau suka teh ? aku lebih menyukai kopi. Kau suka pedas? kita sama! Kita akan saling menganal dan menghapal kebiasaan, kita akan menyatukan segenap perbedaan, dan menyelami kesamaan. Jika kau panas dan aku adalah dingin, maka bersatunya kita untuk menciptakan kehangatan. :D
Kita bukanlah pasangan Rangga dan Cinta, atau Ust.Salim dan Isterinya. Untuk menjadi seksi, kau tak usah capek-capek gym dan diet OCD. Untuk menjadi romantis kau tak harus menyediakan bunga dan puisi setiap hari. Sebab seksi dan puitisnya dirimu, ketika kudapati kamu sedang serius membaca buku. :*
Masalalu adalah bagian dari diri kita. Akan kuceritakan apa yang ingin kau tahu, dan kisahkah aku tentang masa lalumu. Kemudian kita timba hikmah yang mungkin belum terpetik dengan benar, menjadikannya bekal perjalanan panjang menemui masa depan kita yang bahagia. Karena masa lalu adalah hal paling jauh untuk dijangkau, sedang hari ini dan masa depan adalah milik dan mimpi kita.
 
Aku akan kritis terhadapmu, dan kau juga akan banyak mengomentari diriku. Kita akan saling memperbaiki, bukan melukai. Kita akan sering mengingatkan, bukan menuntut berlebihan.
Semoga apa adanya Aku melengkapi dirimu, dan bagaimanapun kamu sudah menggenapi diriku. Sesederhana itu inginku. :)

***

Dibuat awal 2015, dan siapa sangka secara keseluruhan apa yang Momma tulis sangat sesuai dengan apa yang Momma rasa saat ini, 43 hari kami saling melengkapi. 
Kau tau, Yas? Bahagia sekali rasanya :))))) 
- Cilegon, 28 Juni 2016.

26 Juni 2016

Photos : Sekenario #1















Foto lelucuan. Diambil saat Bukber Tim Piwku @ Greenotel kota Cilegon, Juni 2016 :)

9 April 2016

Hujan, Ikatan, Kalian Siap?

Assalamualaikum, Isa, Yasmin, Sauqi, Karim...

Rasanya asing sekali, mendapati satu titik terang tentang siapa yang mungkin menjadi Abi kalian di masa depan. Benar jika dikatakan satu kekhawatiran telah hilang, resah berkurang karena pertanyaan "Siapa?" dan "kapan?" telah mulai terjawab, tapi di bagian hati yang lain, pertanyaan "bagaimana?" semakin berpilin-pilin di pikiran. Aaah, Momma lupa, sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

Kalian tau tidak, betapa kemarin Momma merasa spesial karena Langit mengirim 'ucapan selamat' melalui Hujan di subuh hari. Seolah ingin menjadi yang pertama menghadiahi dan memeluk dibanding siapapun. Momma ganti menatap Langit dengan perasaan bahagia, berjanji ndak lama lagi akan ada sepasang mata yang juga mengatakan "terimakasih atas kebaikan-kebaikan selama ini". Kebaikan Langit kepada kita, belahan jiwa dan anugerah terindah dalam hidupnya.

Semoga... semoga Langit ndak cemburu. :D

Oiya, sempat di 24 jam yang sama, Momma mengirimkan banyak nasihat tentang esensi pernikahan kepada seorang sahabat. Direnungi lagi, Momma seperti sedang menasihati diri sendiri.

Apa yang sebenarnya manusia inginkan dengan menikah? Kenapa harus menikah? Terlepas dari perintah wajibnya, Momma rasa jawabannya adalah, karena dengan menikah, ibadah dalam mencapai ketaatan kepada Allah swt. akan lebih mudah dilakukan. Di dalamnya ada saling mengingatkan, saling menyemangati, saling memperbaiki, saling mengangkat, saling menambah, dan saling menjadi penenang. Bayangkan jika senyum sesorang kepada pasangannya akan diganti pahala yang berlipat-lipat, lalu bagaimana dengan setiap Saling yang memenuhi perjalanan pernikahan yang diniatkan sehidup-sesurga? Momma janji pada kalian, akan menjadi ibu pintar yang ndak menyianyiakan kesempatan yang Allah beri ini. Satu hal yang harus digenggam adalah: tujuan berkeluarga itu untuk taat, bukan bahagia. Karena bahagian belum tentu karena taat, tapi ketaatan selalu memberi efek bahagia di hati :)

Oh, kenapa Momma harus ceritakan ini semua? karena kalian kelak akan menjadi penghias dan pembahagia di perjalanan keluarga yang akan Momma bangun. Tentu saja. Kalian siap?

Haha kalau Momma sudah siap :)))

Lagi, Momma belum bisa menceritakan siapa orangnya. Momma belum  merasa sangat Plong hingga harus menyebut nama atau apapun. Yah, karena satu-satunya kepastian di dunia ini adalah ketidakpastian, dan satu-satunya yang membuat manusia yakin adalah pasrahnya ia kepada Tuhan.

Tunggu saja :)

_100416_Sehari usia Cincin Pengikat. Semoga Sampai.