27 Jun 2016

Pernikahan adalah...





Pernikahan adalah panggilan yang indah dan menakjubkan. Kita tak hanya menikahi raga, melainkan juga jiwa. Kita bersatu untuk terus menjadi satu. Spiritual, emosional, kesehatan, dan ujian kehidupan. 

Bersamaku, kau tidak perlu berharta melimpah-ruah. Cukup lakukan hal yang bermanfaat untuk orang lain dengan cara yang kau suka. Karena kaya bagiku bukan terletak pada limpahan harta, tapi rasa syukur hingga kita mampu berbagi pada sesama.

Siapa yang akan jatuh cinta lebih dulu? itu tidak penting bagiku. Siapa yang akan bertahan sebagai pendamping yang setia? Kuharap kita berdua memberi hal serupa : Setia sampai ke surga. :)

Masalah finansial adalah perkara yang akan selalu naik turun dalam bahtera ini. Akan kupastikan sabuk pengaman komitmenku padamu terikat kencang. Kita akan meluncur, berhenti, lalu melaju lebih cepat lagi. Proses ini tidak akan mudah, tapi kita berdua akan terus berpegangan erat untuk saling menguatkan, bukan?

Mungkin kita akan saling bosan di usia pernikahan 40, 30 tahun, atau kurang dari itu. Kau akan melihatku setiap hari, dan aku akan memandangi wajahmu dari pagi ke pagi lagi. Ketika rasa itu muncul, kita akan terbuka untuk mencari solusi bersama. Kita akan menemukan lagi ALASAN kita saling mencintai :  tentu saja Keridhoan Illahi.

Kau suka bola? Aku suka motoGP. Kau suka teh ? aku lebih menyukai kopi. Kau suka pedas? kita sama! Kita akan saling menganal dan menghapal kebiasaan, kita akan menyatukan segenap perbedaan, dan menyelami kesamaan. Jika kau panas dan aku adalah dingin, maka bersatunya kita untuk menciptakan kehangatan. :D

Kita bukanlah pasangan Rangga dan Cinta, atau Ust.Salim dan Isterinya. Untuk menjadi seksi, kau tak usah capek-capek gym dan diet OCD. Untuk menjadi romantis kau tak harus menyediakan bunga dan puisi setiap hari. Sebab seksi dan puitisnya dirimu, ketika kudapati kamu sedang serius membaca buku. :*

Masalalu adalah bagian dari diri kita. Akan kuceritakan apa yang ingin kau tahu, dan kisahkah aku tentang masa lalumu. Kemudian kita timba hikmah yang mungkin belum terpetik dengan benar, menjadikannya bekal perjalanan panjang menemui masa depan kita yang bahagia. Karena masa lalu adalah hal paling jauh untuk dijangkau, sedang hari ini dan masa depan adalah milik dan mimpi kita.
 
Aku akan kritis terhadapmu, dan kau juga akan banyak mengomentari diriku. Kita akan saling memperbaiki, bukan melukai. Kita akan sering mengingatkan, bukan menuntut berlebihan.
Semoga apa adanya Aku melengkapi dirimu, dan bagaimanapun kamu sudah menggenapi diriku. Sesederhana itu inginku. :)

***

Dibuat awal 2015, dan siapa sangka secara keseluruhan apa yang Momma tulis sangat sesuai dengan apa yang Momma rasa saat ini, 43 hari kami saling melengkapi. 
Kau tau, Yas? Bahagia sekali rasanya :))))) 
- Cilegon, 28 Juni 2016.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih untuk komentarnya ^_^