19 Maret 2017

Bikin Janji Menulis

 
Wanita hamil, cuaca panas, dan jari yang kaku di atas keyboard laptop di pangkuan. Rasanya sudah seabad ndak merancau serandom ini. Nulis apapun yang aku suka. Semuanya. Semau-mau. Rasanya lama sekali ndak melakukan hoby konyol terfavorit: Curhat di Media Sosial. Haha. Maafkan Ummimu ini, Nak. Umi akan istighfar sekarang juga :D
Akhirnya ada rasa rindu yang membakar untuk melakukannya. Mengupdate blog yang sudah karatan. Kata temanku, pertama-tama menulislah untuk diri sendiri. Merefleksi diri, meng-ajeg-an pemahaman. Suatu saat nanti setelah pemahaman kita menjadi baik, kita akan belajar bahwa di masa lalu pemahaman kita pernah ada di level lebih rendah. Dan kita dapat melihat betapa berubahnya diri kita dari waktu ke waktu. Menjadi lebih baik tentunya. Menjadikan kita mudah untuk bersyukur, belajar dari pengalaman yang dulu-dulu.
Yasudah, bagaimana jika, aku mulai membuat janji menulis lagi. Seminggu dua kali. Ya tentu saja menulis random. Hahaha. Karena energi untuk menulis serius akan kucurahkan hanya untuk Tesis semata. Aku wajib selesai tahun ini atau fatal akibatnya. Sedangkan emosi menggebu seorang ibu hamil yang ada pada diriku, harus tercurahkan dengan tulisan. Jika tidak,  yang keluar bentuknya omelan. Hihi. Okey, aku akan mencoba membuat daftar tema tulisan untuk 5 minggu kedepan. Supaya ndak lupaan ya. Meski bakalan random tapi jangan sampai tak bermakna. 
Maret Minggu ke 4 : Isu kekinian tentang Pedofil dan korelasinya dengan Parenting, Tips Asupan Nutrisi Bumil TM 1.
April Minggu ke 1 : Emosi Positive vs Emosi Negatif Bumil, Pentingnya Sugesti Positif Untuk Janin.
April Minggu ke 2 : Sharing Make Up yang cocok untuk Bumil, Kurikulum Homskuling Anak 0-3 th.
April Minggu ke 3 : Isu kekinian dan korelasinya dengan Parenting, Info dan Promo Komunitas Berkah Berbagi.
April Minggu ke 4 : Evaluasi Pencapaian dan Kontempelasi Bulan April, Janji Bulan Mei.
Begitu saja dulu ya. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala mudahkan segalanya. Dan untuk Tesis Optimis, semoga bisa sehari minimal 5 lembar. Doain ya... :D :D 
Bersemangat!!!
-19/3/17. Sendirian. Sekelarnya masak tumis terong ungu.

29 Oktober 2016

Setelah Semua Ini

Kalau Allah berkenan, setelah semua ini akan ada kelegaan yang berartii. Rasa sedih yang menjadi , rasa cemas setiap kali membayangi, dan rasa sakit setelah kehilangan yang mungkin segera dihadapi , s emoga men jadi alasan agar kita layak Allah kasihani hingga banyak dosa kita ter ampuni.

Setelah ini, semoga akan ada jiwa yang lebih tegar, m elewati satu cobaan besar b ukan lagi teori saat kita katakan ikhlas dan sabar. Allah memberi ujian hidup sesuai kadar, bagaimana mungkin kita mampu menghindar.

Setelah semua ini, merasakan cinta bukan lagi ketika bersama. Semua berjalan saat jarak mampu dilipat dengan setangkup harap dan doa. Sumber kekuatan kita adalah Allah semata, sedang adanya kamu menciptakan rasa lain dalam menghadapi semua .

Tak ada rasa yang lebih tereja selain kesyukuran. Dan selamanya pertanyaan, "Apa kau bahagia?" akan kujawab, " Aku bahagia selagi Allah meridhai kesabaran kita".




_Hujan, Rumah Mamah, 301016.
seketika setelah bicara padamu.

27 September 2016

Hei, Ry.

Cilegon, 22 Juni 2016 - 5 Minggu Pasca Menikah

Assalamualaikum, Sahabat Baik.

16 menit sudah aku meRe-write tulisan yang khusus kusuguhkan untukmu, Ry. Rasanya kaku sekali menulis seperti ini, sudah lama kita ndak melakukannya, bukan? Saling berkirim surat dan membahas banyak hal-hal yang belakangan menurutku kurang penting. Haha. Kau tahu? beberapa minggu  yang lalu bahkan aku berjanji ndak akan membahas apaapun yang berkaitan dengan masa lalu, termasuk masalalu kita. Tapi percakapan terakhir kita justru bermuara pada cerita tentangnya (nya?) >.<  Dan aku kembali mengomel seperti biasa.

Kamu sehat? Makan yang banyak, jangan takut gendut. Gendut ndak dilarang, yang dilarang itu sakit karena diet. Aku lebih suka melihatmu ceria dan bersyukur ketimbang menderita maag kronis ya. Dan tetaplah hati-hati pada Silverqueen favoritmu. Di Kaskus aku membaca, beberapa orang  pernah memergoki ada ulat hidup di batang cokelatnya. Ndak, aku ndak menyuruhmu menguragi konsumsi cokelat, tapi plis perhatikan saja setiap gigitanmu :v

Btw, maafkan aku yang lama menunaikan janji yang kubuat sendiri :D
Aku ndak akan mengatakan bahwa pernikahannku terlalu indah hingga menyita  me-time untuk melakukan hal-hal yang kusuka sebelumnya, termasuk menulis disini, atau menulis untukmu. Aku ndak akan mengatakannya, Ry. Ndak akan mengatakan bahwa betapa waktu berlalu cepat saat suami lahir-batin berada tepat di sisimu. Hingga membuatmu melupakan dunia. Hahaha. *kabuuur

- Bersambung

***

Kalianda, 27 September 2016 - Di bawah Hujan, pasca mamam eskrim traktiran Mamah

Halo Erry. Assalamualaikum, Galauers. :D

Hujan, dan aku mau pamer bungkus eskrim Cornetto yang barusan ludes kumakan sendirian. Iya sendirian, karena ndak ada kok adegan mamam eskrim bedua suami. Si Abang lagi keluar, edukasi ditemenin Papah. Jadi psssst, sekarang waktunya me-time yang bermartabat : Nulis di Blog dan nyapa sahabat lama. Muehehee

Kamu sehat kan? Galau itu belum tentu sehat loh secara kejiwaan, Hahaha. Udah jangan galau. Kalo jodoh gak kemana kok (eh?). Aku perhatiin tulisan kamu di blog, melow sekali. Diksi-diksi ciri khas mu sudah kembali seperti sedia kala : Diksi galau. hihihi. Karena sesungguhnya diamku adalah mengamati. I'm still your secret reader, Ry. Dan selalu ngaku. :3

Aku lagi goodmood. Tapi bingung mau share apa ke kamu. Aku cuma pingin menyelesaikan tulisan random ini, rancauan yang sejak tiga bulan lalu berstatus Draft. Oiya, salam dari Mamah. Kapan ke Lampung lagi? Kataku sediain tiket pesawatnya Maaah. Dan Mamah ketawa.

Ngomong-ngomong, gimana proyek "Mamma Sholehah Wannabe" nya? Udah ada progress? Semangat ibadahnya ya. Semangat belajarnya. Kalau aku lagi sibuk menata diri. Eh iya, udah baca Menata Hati? Aku belum. Pingin, tapi stok buku yang belum tersentuh masih begitu banyak. Buku-bukunya si Abang, tuh. Kamu tau? dibanding buku-bukuku, buku-bukunya lebih bermartabat beberapa tingkat. Dan aku sedang berusaha mengimbangi.

Eh? Hujannya reda.
kalau gitu sudah dulu ya. hahaha *apasih*
Aku lapar belum mamam siang.
Kamu sehat-sehat lah, jangan pusing. Nanti jadi alasan buat banyak-banyak makan Silverqueen. Moodbooster. kyaaa

Wassalamualaikum. 


27 Juni 2016

Pernikahan adalah...





Pernikahan adalah panggilan yang indah dan menakjubkan. Kita tak hanya menikahi raga, melainkan juga jiwa. Kita bersatu untuk terus menjadi satu. Spiritual, emosional, kesehatan, dan ujian kehidupan. 
Bersamaku, kau tidak perlu berharta melimpah-ruah. Cukup lakukan hal yang bermanfaat untuk orang lain dengan cara yang kau suka. Karena kaya bagiku bukan terletak pada limpahan harta, tapi rasa syukur hingga kita mampu berbagi pada sesama.
Siapa yang akan jatuh cinta lebih dulu? itu tidak penting bagiku. Siapa yang akan bertahan sebagai pendamping yang setia? Kuharap kita berdua memberi hal serupa : Setia sampai ke surga. :)
Masalah finansial adalah perkara yang akan selalu naik turun dalam bahtera ini. Akan kupastikan sabuk pengaman komitmenku padamu terikat kencang. Kita akan meluncur, berhenti, lalu melaju lebih cepat lagi. Proses ini tidak akan mudah, tapi kita berdua akan terus berpegangan erat untuk saling menguatkan, bukan?
Mungkin kita akan saling bosan di usia pernikahan 40, 30 tahun, atau kurang dari itu. Kau akan melihatku setiap hari, dan aku akan memandangi wajahmu dari pagi ke pagi lagi. Ketika rasa itu muncul, kita akan terbuka untuk mencari solusi bersama. Kita akan menemukan lagi ALASAN kita saling mencintai :  tentu saja Keridhoan Illahi.
Kau suka bola? Aku suka motoGP. Kau suka teh ? aku lebih menyukai kopi. Kau suka pedas? kita sama! Kita akan saling menganal dan menghapal kebiasaan, kita akan menyatukan segenap perbedaan, dan menyelami kesamaan. Jika kau panas dan aku adalah dingin, maka bersatunya kita untuk menciptakan kehangatan. :D
Kita bukanlah pasangan Rangga dan Cinta, atau Ust.Salim dan Isterinya. Untuk menjadi seksi, kau tak usah capek-capek gym dan diet OCD. Untuk menjadi romantis kau tak harus menyediakan bunga dan puisi setiap hari. Sebab seksi dan puitisnya dirimu, ketika kudapati kamu sedang serius membaca buku. :*
Masalalu adalah bagian dari diri kita. Akan kuceritakan apa yang ingin kau tahu, dan kisahkah aku tentang masa lalumu. Kemudian kita timba hikmah yang mungkin belum terpetik dengan benar, menjadikannya bekal perjalanan panjang menemui masa depan kita yang bahagia. Karena masa lalu adalah hal paling jauh untuk dijangkau, sedang hari ini dan masa depan adalah milik dan mimpi kita.
 
Aku akan kritis terhadapmu, dan kau juga akan banyak mengomentari diriku. Kita akan saling memperbaiki, bukan melukai. Kita akan sering mengingatkan, bukan menuntut berlebihan.
Semoga apa adanya Aku melengkapi dirimu, dan bagaimanapun kamu sudah menggenapi diriku. Sesederhana itu inginku. :)

***

Dibuat awal 2015, dan siapa sangka secara keseluruhan apa yang Momma tulis sangat sesuai dengan apa yang Momma rasa saat ini, 43 hari kami saling melengkapi. 
Kau tau, Yas? Bahagia sekali rasanya :))))) 
- Cilegon, 28 Juni 2016.

26 Juni 2016

Photos : Sekenario #1















Foto lelucuan. Diambil saat Bukber Tim Piwku @ Greenotel kota Cilegon, Juni 2016 :)

27 April 2016

Berbincang dengan Masa Lalu

Halo, Masa Lalu.

Mungkin memang seharusnya kita bicara, mengatakan yang perlu dikatakan, membuka apa yang menjadi tabir, melepaskan ganjalan di pintu ikhlas. Bukan, bukan karena segalanya belum usai, tapi ada hal baik yang mungkin terjadi setelah pembicaraan ini selesai : kelapangan hatiku.

Beberapa hal baik tentangmu telah kusyukuri. Mengalamimu adalah fase indah dalam hidupku. Bayangkan jika manusia tidak dianugerahi ingatan tentangmu, istilah guru terbaik sepanjang peradaban bisa jadi tak pernah ada. Ialah pengalaman.

 Denganmu, tidak ada yang tertinggal kecuali yang  istimewa, dan aku selalu bersyukur pada Tuhanku. Kau memberi pemaknaan bahwa hidup bukan hanya tentang hasil tapi proses, bukan hanya tentang pencapaian tapi tantangan, bukan hanya tentang kemudahan tapi hal sulit. Kau, satu alasan yang membuatku betah berlama-lama berdiam dengan segudang bayanganmu di kepalaku, senyum di wajahku, dan rytme seru dalam kata-kataku. Tapi kau juga alasan sama yang membuatku berjanji, tak kan ada satu-dua pengulangan di beberapa bagian lagi di kemudian hari. Haha. Bukankah setiap hal selalu mempunyai dua sisi? Begitu juga denganmu, masa lalu. 
Dan atas pengalaman kebersamaan kita, aku belajar tentang apa yang sebaiknya kuingat dan sebaiknya kutinggalkan dengan segera.

Masalalu, mau kuberitahu?
Ada sesuatu yang ingin sekali kulupakan tapi kau enggan mengiyakan. Hingga aku semakin yakin, bahwa tidak selamanya engkau menjadi hal terjauh untuk dijangkau.. Karena di beberapa titik masa, justru kau lari mengejar kami : Manusia bersama alam bawah sadarnya.

Enggan sekali kuruntuhkan egoku untuk mengakui, bahwa saat ini kudapati diriku terusik dengan satu masa olehmu . Satu waktu. Satu cerita. Mungkin juga perasaan. Tidakkah kau tau? Aku sedang berdiri di tebing antara kau dan mimpi-mimpi besarku bersama satu titipan berharga, seseorang (?) yang akan segera tiba. Kusebut ia cinta. Maka , aku perlu berdamai denganmu. Rasakan kesungguhanku.

Masa Lalu,
Aku hanyalah manusia dengan segala kefanaan. Kesalahan-kesalahan yang murni karena ketidaktahuan, kebodohan, dan banyak kelalaian, tentu saja  ada untuk mengajarkan bahwa: Ketidakmampuan manusia menampik bagian kecil dari dirimu adalah bentuk ketidakberdayaannya. Maka apakah pantas kami congkak melencengkan hikmah yang kau simpan selama ini?
Tuhan... untuk menaklukkan masa yang telah lalu pun kami tak mampu.

Masa Lalu,
Kemarilah, peluk aku erat, kita berdamai saja. Setelah ini hanya ada kelapangan hati. Dan kau bisa kembali ke posisi semulamu.
Yang terjauh untuk dijangkau.
Karena posisi terdekat, telah dimiliki oleh :
Kematian.



:)
Masa Lalu, Aku, dan Berhenti Menjebakku.
26 April 2016. Kamar Kost, tepat setelah satu tabir hati tersingkap.