Setelah Semua Ini

Setelah Semua Ini
Kalau Allah berkenan, setelah semua ini akan ada kelegaan yang berartii. Rasa sedih yang menjadi , rasa cemas setiap kali membayangi, dan rasa sakit setelah kehilangan yang mungkin segera dihadapi , s emoga men jadi alasan agar kita layak Allah kasihani hingga banyak dosa kita ter ampuni.

Setelah ini, semoga akan ada jiwa yang lebih tegar, m elewati satu cobaan besar b ukan lagi teori saat kita katakan ikhlas dan sabar. Allah memberi ujian hidup sesuai kadar, bagaimana mungkin kita mampu menghindar.

Setelah semua ini, merasakan cinta bukan lagi ketika bersama. Semua berjalan saat jarak mampu dilipat dengan setangkup harap dan doa. Sumber kekuatan kita adalah Allah semata, sedang adanya kamu menciptakan rasa lain dalam menghadapi semua .

Tak ada rasa yang lebih tereja selain kesyukuran. Dan selamanya pertanyaan, "Apa kau bahagia?" akan kujawab, " Aku bahagia selagi Allah meridhai kesabaran kita".




_Hujan, Rumah Mamah, 301016.
seketika setelah bicara padamu.

Hei, Ry.

Hei, Ry.
Cilegon, 22 Juni 2016 - 5 Minggu Pasca Menikah

Assalamualaikum, Sahabat Baik.

16 menit sudah aku meRe-write tulisan yang khusus kusuguhkan untukmu, Ry. Rasanya kaku sekali menulis seperti ini, sudah lama kita ndak melakukannya, bukan? Saling berkirim surat dan membahas banyak hal-hal yang belakangan menurutku kurang penting. Haha. Kau tahu? beberapa minggu  yang lalu bahkan aku berjanji ndak akan membahas apaapun yang berkaitan dengan masa lalu, termasuk masalalu kita. Tapi percakapan terakhir kita justru bermuara pada cerita tentangnya (nya?) >.<  Dan aku kembali mengomel seperti biasa.

Kamu sehat? Makan yang banyak, jangan takut gendut. Gendut ndak dilarang, yang dilarang itu sakit karena diet. Aku lebih suka melihatmu ceria dan bersyukur ketimbang menderita maag kronis ya. Dan tetaplah hati-hati pada Silverqueen favoritmu. Di Kaskus aku membaca, beberapa orang  pernah memergoki ada ulat hidup di batang cokelatnya. Ndak, aku ndak menyuruhmu menguragi konsumsi cokelat, tapi plis perhatikan saja setiap gigitanmu :v

Btw, maafkan aku yang lama menunaikan janji yang kubuat sendiri :D
Aku ndak akan mengatakan bahwa pernikahannku terlalu indah hingga menyita  me-time untuk melakukan hal-hal yang kusuka sebelumnya, termasuk menulis disini, atau menulis untukmu. Aku ndak akan mengatakannya, Ry. Ndak akan mengatakan bahwa betapa waktu berlalu cepat saat suami lahir-batin berada tepat di sisimu. Hingga membuatmu melupakan dunia. Hahaha. *kabuuur

- Bersambung

***

Kalianda, 27 September 2016 - Di bawah Hujan, pasca mamam eskrim traktiran Mamah

Halo Erry. Assalamualaikum, Galauers. :D

Hujan, dan aku mau pamer bungkus eskrim Cornetto yang barusan ludes kumakan sendirian. Iya sendirian, karena ndak ada kok adegan mamam eskrim bedua suami. Si Abang lagi keluar, edukasi ditemenin Papah. Jadi psssst, sekarang waktunya me-time yang bermartabat : Nulis di Blog dan nyapa sahabat lama. Muehehee

Kamu sehat kan? Galau itu belum tentu sehat loh secara kejiwaan, Hahaha. Udah jangan galau. Kalo jodoh gak kemana kok (eh?). Aku perhatiin tulisan kamu di blog, melow sekali. Diksi-diksi ciri khas mu sudah kembali seperti sedia kala : Diksi galau. hihihi. Karena sesungguhnya diamku adalah mengamati. I'm still your secret reader, Ry. Dan selalu ngaku. :3

Aku lagi goodmood. Tapi bingung mau share apa ke kamu. Aku cuma pingin menyelesaikan tulisan random ini, rancauan yang sejak tiga bulan lalu berstatus Draft. Oiya, salam dari Mamah. Kapan ke Lampung lagi? Kataku sediain tiket pesawatnya Maaah. Dan Mamah ketawa.

Ngomong-ngomong, gimana proyek "Mamma Sholehah Wannabe" nya? Udah ada progress? Semangat ibadahnya ya. Semangat belajarnya. Kalau aku lagi sibuk menata diri. Eh iya, udah baca Menata Hati? Aku belum. Pingin, tapi stok buku yang belum tersentuh masih begitu banyak. Buku-bukunya si Abang, tuh. Kamu tau? dibanding buku-bukuku, buku-bukunya lebih bermartabat beberapa tingkat. Dan aku sedang berusaha mengimbangi.

Eh? Hujannya reda.
kalau gitu sudah dulu ya. hahaha *apasih*
Aku lapar belum mamam siang.
Kamu sehat-sehat lah, jangan pusing. Nanti jadi alasan buat banyak-banyak makan Silverqueen. Moodbooster. kyaaa

Wassalamualaikum. 


Pernikahan adalah...





Pernikahan adalah panggilan yang indah dan menakjubkan. Kita tak hanya menikahi raga, melainkan juga jiwa. Kita bersatu untuk terus menjadi satu. Spiritual, emosional, kesehatan, dan ujian kehidupan. 

Bersamaku, kau tidak perlu berharta melimpah-ruah. Cukup lakukan hal yang bermanfaat untuk orang lain dengan cara yang kau suka. Karena kaya bagiku bukan terletak pada limpahan harta, tapi rasa syukur hingga kita mampu berbagi pada sesama.

Siapa yang akan jatuh cinta lebih dulu? itu tidak penting bagiku. Siapa yang akan bertahan sebagai pendamping yang setia? Kuharap kita berdua memberi hal serupa : Setia sampai ke surga. :)

Masalah finansial adalah perkara yang akan selalu naik turun dalam bahtera ini. Akan kupastikan sabuk pengaman komitmenku padamu terikat kencang. Kita akan meluncur, berhenti, lalu melaju lebih cepat lagi. Proses ini tidak akan mudah, tapi kita berdua akan terus berpegangan erat untuk saling menguatkan, bukan?

Mungkin kita akan saling bosan di usia pernikahan 40, 30 tahun, atau kurang dari itu. Kau akan melihatku setiap hari, dan aku akan memandangi wajahmu dari pagi ke pagi lagi. Ketika rasa itu muncul, kita akan terbuka untuk mencari solusi bersama. Kita akan menemukan lagi ALASAN kita saling mencintai :  tentu saja Keridhoan Illahi.

Kau suka bola? Aku suka motoGP. Kau suka teh ? aku lebih menyukai kopi. Kau suka pedas? kita sama! Kita akan saling menganal dan menghapal kebiasaan, kita akan menyatukan segenap perbedaan, dan menyelami kesamaan. Jika kau panas dan aku adalah dingin, maka bersatunya kita untuk menciptakan kehangatan. :D

Kita bukanlah pasangan Rangga dan Cinta, atau Ust.Salim dan Isterinya. Untuk menjadi seksi, kau tak usah capek-capek gym dan diet OCD. Untuk menjadi romantis kau tak harus menyediakan bunga dan puisi setiap hari. Sebab seksi dan puitisnya dirimu, ketika kudapati kamu sedang serius membaca buku. :*

Masalalu adalah bagian dari diri kita. Akan kuceritakan apa yang ingin kau tahu, dan kisahkah aku tentang masa lalumu. Kemudian kita timba hikmah yang mungkin belum terpetik dengan benar, menjadikannya bekal perjalanan panjang menemui masa depan kita yang bahagia. Karena masa lalu adalah hal paling jauh untuk dijangkau, sedang hari ini dan masa depan adalah milik dan mimpi kita.
 
Aku akan kritis terhadapmu, dan kau juga akan banyak mengomentari diriku. Kita akan saling memperbaiki, bukan melukai. Kita akan sering mengingatkan, bukan menuntut berlebihan.
Semoga apa adanya Aku melengkapi dirimu, dan bagaimanapun kamu sudah menggenapi diriku. Sesederhana itu inginku. :)

***

Dibuat awal 2015, dan siapa sangka secara keseluruhan apa yang Momma tulis sangat sesuai dengan apa yang Momma rasa saat ini, 43 hari kami saling melengkapi. 
Kau tau, Yas? Bahagia sekali rasanya :))))) 
- Cilegon, 28 Juni 2016.

Berbincang dengan Masa Lalu

Berbincang dengan Masa Lalu
Halo, Masa Lalu.

Mungkin memang seharusnya kita bicara, mengatakan yang perlu dikatakan, membuka apa yang menjadi tabir, melepaskan ganjalan di pintu ikhlas. Bukan, bukan karena segalanya belum usai, tapi ada hal baik yang mungkin terjadi setelah pembicaraan ini selesai : kelapangan hatiku.

Beberapa hal baik tentangmu telah kusyukuri. Mengalamimu adalah fase indah dalam hidupku. Bayangkan jika manusia tidak dianugerahi ingatan tentangmu, istilah guru terbaik sepanjang peradaban bisa jadi tak pernah ada. Ialah pengalaman.

 Denganmu, tidak ada yang tertinggal kecuali yang  istimewa, dan aku selalu bersyukur pada Tuhanku. Kau memberi pemaknaan bahwa hidup bukan hanya tentang hasil tapi proses, bukan hanya tentang pencapaian tapi tantangan, bukan hanya tentang kemudahan tapi hal sulit. Kau, satu alasan yang membuatku betah berlama-lama berdiam dengan segudang bayanganmu di kepalaku, senyum di wajahku, dan rytme seru dalam kata-kataku. Tapi kau juga alasan sama yang membuatku berjanji, tak kan ada satu-dua pengulangan di beberapa bagian lagi di kemudian hari. Haha. Bukankah setiap hal selalu mempunyai dua sisi? Begitu juga denganmu, masa lalu. 
Dan atas pengalaman kebersamaan kita, aku belajar tentang apa yang sebaiknya kuingat dan sebaiknya kutinggalkan dengan segera.

Masalalu, mau kuberitahu?
Ada sesuatu yang ingin sekali kulupakan tapi kau enggan mengiyakan. Hingga aku semakin yakin, bahwa tidak selamanya engkau menjadi hal terjauh untuk dijangkau.. Karena di beberapa titik masa, justru kau lari mengejar kami : Manusia bersama alam bawah sadarnya.

Enggan sekali kuruntuhkan egoku untuk mengakui, bahwa saat ini kudapati diriku terusik dengan satu masa olehmu . Satu waktu. Satu cerita. Mungkin juga perasaan. Tidakkah kau tau? Aku sedang berdiri di tebing antara kau dan mimpi-mimpi besarku bersama satu titipan berharga, seseorang (?) yang akan segera tiba. Kusebut ia cinta. Maka , aku perlu berdamai denganmu. Rasakan kesungguhanku.

Masa Lalu,
Aku hanyalah manusia dengan segala kefanaan. Kesalahan-kesalahan yang murni karena ketidaktahuan, kebodohan, dan banyak kelalaian, tentu saja  ada untuk mengajarkan bahwa: Ketidakmampuan manusia menampik bagian kecil dari dirimu adalah bentuk ketidakberdayaannya. Maka apakah pantas kami congkak melencengkan hikmah yang kau simpan selama ini?
Tuhan... untuk menaklukkan masa yang telah lalu pun kami tak mampu.

Masa Lalu,
Kemarilah, peluk aku erat, kita berdamai saja. Setelah ini hanya ada kelapangan hati. Dan kau bisa kembali ke posisi semulamu.
Yang terjauh untuk dijangkau.
Karena posisi terdekat, telah dimiliki oleh :
Kematian.



:)
Masa Lalu, Aku, dan Berhenti Menjebakku.
26 April 2016. Kamar Kost, tepat setelah satu tabir hati tersingkap.

Hujan, Ikatan, Kalian Siap?

Hujan, Ikatan, Kalian Siap?
Assalamualaikum, Isa, Yasmin, Sauqi, Karim...

Rasanya asing sekali, mendapati satu titik terang tentang siapa yang mungkin menjadi Abi kalian di masa depan. Benar jika dikatakan satu kekhawatiran telah hilang, resah berkurang karena pertanyaan "Siapa?" dan "kapan?" telah mulai terjawab, tapi di bagian hati yang lain, pertanyaan "bagaimana?" semakin berpilin-pilin di pikiran. Aaah, Momma lupa, sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

Kalian tau tidak, betapa kemarin Momma merasa spesial karena Langit mengirim 'ucapan selamat' melalui Hujan di subuh hari. Seolah ingin menjadi yang pertama menghadiahi dan memeluk dibanding siapapun. Momma ganti menatap Langit dengan perasaan bahagia, berjanji ndak lama lagi akan ada sepasang mata yang juga mengatakan "terimakasih atas kebaikan-kebaikan selama ini". Kebaikan Langit kepada kita, belahan jiwa dan anugerah terindah dalam hidupnya.

Semoga... semoga Langit ndak cemburu. :D

Oiya, sempat di 24 jam yang sama, Momma mengirimkan banyak nasihat tentang esensi pernikahan kepada seorang sahabat. Direnungi lagi, Momma seperti sedang menasihati diri sendiri.

Apa yang sebenarnya manusia inginkan dengan menikah? Kenapa harus menikah? Terlepas dari perintah wajibnya, Momma rasa jawabannya adalah, karena dengan menikah, ibadah dalam mencapai ketaatan kepada Allah swt. akan lebih mudah dilakukan. Di dalamnya ada saling mengingatkan, saling menyemangati, saling memperbaiki, saling mengangkat, saling menambah, dan saling menjadi penenang. Bayangkan jika senyum sesorang kepada pasangannya akan diganti pahala yang berlipat-lipat, lalu bagaimana dengan setiap Saling yang memenuhi perjalanan pernikahan yang diniatkan sehidup-sesurga? Momma janji pada kalian, akan menjadi ibu pintar yang ndak menyianyiakan kesempatan yang Allah beri ini. Satu hal yang harus digenggam adalah: tujuan berkeluarga itu untuk taat, bukan bahagia. Karena bahagian belum tentu karena taat, tapi ketaatan selalu memberi efek bahagia di hati :)

Oh, kenapa Momma harus ceritakan ini semua? karena kalian kelak akan menjadi penghias dan pembahagia di perjalanan keluarga yang akan Momma bangun. Tentu saja. Kalian siap?

Haha kalau Momma sudah siap :)))

Lagi, Momma belum bisa menceritakan siapa orangnya. Momma belum  merasa sangat Plong hingga harus menyebut nama atau apapun. Yah, karena satu-satunya kepastian di dunia ini adalah ketidakpastian, dan satu-satunya yang membuat manusia yakin adalah pasrahnya ia kepada Tuhan.

Tunggu saja :)

_100416_Sehari usia Cincin Pengikat. Semoga Sampai.

Sesuatu yang Baru

Halo Blogspot!

Haha, sumpah ya, aku kangeeeeeeeeeeeeeen banget nulis disini. Nulis random atau apalah, yang gak penting tapi melegakan. Aku sempat berpikir akan meninggalkan Blogspot dengan perlahan, dimulai dengan mendelete beberapa tulisan yang menggambarkan ke-alay-an seorang anggun di usia 21-23 tahunnya, dan diakhiri dengan menutup total Blog yang buatku HANYA sekedar tempat menyimpan sisa kenangan. Tapi syukur, di jarak antara fase delete-tulisan ke fase delete-blog yang begitu panjang, aku banyak berpikir dan  menimbang ; SAYANG AMAT! hahaha. Lagian ya, kalau Blog ini hanya sebagai wadah menyimpan kenangan, apa masalahnya?? Pemirsa yang sedikit bukan alasan lah, toh sejak kapan tau statistik pemirsa udah aku buang jauh-jauh dari halaman depan. Apalagi kalau alasannya karena aku ngeblog juga di Tumblr? Kyaaaa, itu nyari-nyari kambing hitam namanya. Lah di Tumblr aja kerjaanku cuma reblog! Hihihi. Alasan lain? Rrr... kalau kerena sesal yang bersemi sehabis menelaah tulisan lamaku yang bermuatan lebay banget, yah, namanya yaaaa manusia kan berproses. Alaynya anggun juga bagian dari proses kedewasaan. Tulisan melow jamann muda yang kalau dibaca sekarang efeknya nyengir-nyengir gak jelas itu juga salah satu bukti bahwa kehidupanseorang anggun juga begitu dinamis. Jadi terima sajalah.Haha.

Maka kuputuskan, aku gak jadi ninggalin Blogspot. Final!
Keputusan kedua : Aku bakalan nulis lagi disini.
Keputusan ketiga : Aku akan memprioritaskan menulis yang lebih visioner untuk peran paling primitifku di masa depan : peranku sebagai seorang IBU! Mueheheheh.

Dan yes... kalau diperhatikan, aku habis mengganti keterangan Blog yang tadinya : "... Membahasakan Isi Hati..." menjadi : ",,, Kepada Belahan Jiwa Ummi..." Yang saat detik-detik pergantiannya pun aku nyengir-nyengir sendiri karena geli, tapi kali itu nyengirnya versi orang dewasa. Ahaha. Dan aku merubah salah satu laman yang judulnya Untuk Langit menjadi postingan biasa, dan mengisi Laman baru dengan judul "Belahan Jiwa Ummi" dengan muatan yang bakal keibuan banget. Kyaaaaaaaaaaa APA YANG TELAH TERJADI DENGANKUUUUU...??? APAAA?? *kemudian benerin posisi jilbab dengan gerak anggun nan perlahan*

Jadi, secara nggak langsung, aku mau mengumumkan bahwa setelah tulisan ini, INSYAA ALLAH aku mulai merubah isi tulisanku menjadi lebih serius dan bermartabat. Dengan merasa bahwa satu-satunya pembaca tulisanku adalah DIA YANG NAMANYA SUDAH KUSEBUT DALAM DOA : Yasmin, Karim, Isa, Mariam, Fatah : Anak Masa Depanku. Hahaaha. Yesss, kalian boleh bilang aamiin dan tepuk tangan sekarang juga! *prokprokprok*

Kenapa Nggun?
Ah alasannya simpel, men. Aku mengenali diriku. Anggun itu, hanya akan berubah kalau lingkungan memaksanya berubah. Untuk berubah, seorang anggun harus mengondisikan lingkungannya terlebih dahulu, situasi yang meliputi dirinya menjadi ndak senyaman sebelumnya. Dia akan merasa terhimpit dan sesak kalau ndak mengikuti aturan main / situasi di sekitarnya (yang sebenarnya dia sendiri yang menciptakan), dengan begitu, mau ndak mau  anggun bergerak dan berubah. Anggun tuh sadar, masa depan bakalan menuntutnya menjadi seorang anggun yang Anggun. Yang ideal versiNya. Yang sholehah versi Nya, yang keibuan, yang BENAR perilakunya, kata-katanya, yang dewasa berpikirnya. Yang bisa membawa diri, yang manajemen waktunya oke, yang bisa mempimpin dirinya sendiri. Dan akhir dari semua itu adalah : YANG BISA DICONTOH ANAK-ANAKNYA KELAK.

Jadi, men, anggun sedang menganggap dirinya sedang berproses menjadi Ibu. Peran berat yang kalau ndak memantaskan diri sedini mungkin, ntah akan menjadi seperti apa anak pertamanya kelak. Dan buatnya, peran sebagai ibu itu sudah mencakup semua segi : Mental dan Psikisnya, Fisiknya, Sosialnya.

Nah, ngeri gak tu?
Peran, men. Kita bicara peran di masa depan. Dan seorang anggun harus mulai berproses ke arah sana.

Ah,  setelah paragraf barusan aku jadi berhenti nulis dan merenung. tentu saja, hanya dengan merubah cara menulis dan isi tulisan ndak serta merta proses ini selesai. Buatku urusan blog ini cuma bagian keciiiiil, tapi meski begitu, aku harap satu langkah ini bisa jadi pemantik api perubahan itu berkobar! Bersemangaaaaaaaat!

Ayo doakan Anggun dan buat taggar #Angguntidaktakut ! *loh

Hehe.




_Bandar Lampung, 2 hari sebelum gerhana matahari total yang 300 tahun sekali baru terjadi.
  Dalam kondisi lelah gitu-gitu mulu


Anggun Larasati (calon Ibu)